Senin, 31 Oktober 2016

SENJATA - SENJATA KHAS INDONESIA

1. MANDAU

Mandau berasal dari asal kata "Man" salah satu suku di china bagian selatan dan "dao"yang berarti golok dalam bahasa china. Senjata tradisional suku Dayak ini lebih mirip seperti pedang karena bentuknya lumayan panjang. Mandau amat terkenal, dan bahkan tersohor hingga ke luar negeri. Tak terhitung banyaknya wisatawan asing yang membawa senjata khas Dayak ini sebagai suvenir ketika pulang ke negara masing-masing. Konon senjata ini sempat jadi andalan untuk menebas kepala lawan, ketika suku-suku Dayak yang ada di Kalimantan mengadakan perang sesama 

Suku Dayak dengan senjata Mandaunya terkenal kejam dan ahli dalam peperangan. Pedang mandau menjadi terkenal dengan bilah senjatanya yang tajam dan digunakan untuk memenggal kepala musuh-musuhnya (adat Pengayauan suku Dayak) hingga para bangsa lainnya tidak berani memasuki daerah mereka.



2. KERIS

Senjata khas suku Jawa, terutama Jogjakarta dan Jawa Tengah, dan kerap disebut sebagai senjata yang mengandung unsur mistis dan nilai sakral. Bahkan bagi mereka yang amat fanatik, keris dianggap memiliki nyawa sendiri dan harus dirawat dengan baik, bahkan perlu dimandikan. 
Keris memiliki panjang seperti pisau dan keunikannya terletak di gagangnya berbentuk seperti ular yang tengah meliuk. Keris juga merupakan simbol status kebangsawanan, dan digunakan di sebelah kiri pinggang sebagai tanda keberanian dan status priyayi.


3. RENCONG

Rencong (Bahasa Aceh : Rintjong) adalah senjata tradisional milik Suku Aceh. Rencong merupakan simbol identitas diri, keberanian, dan ketangguhan Suku Aceh. Rencong cukup populer di Indonesia karena bentuknya yang unik. Di masa lalu, Rencong merupakan pertanda status kebangsawanan, dan melambangkan kehormatan dan sisi maskulin sang pemegang rencong. Selama perang melawan penjajah, Rencong menjadi salah satu senjata paling penting bagi penduduk Aceh.



4. TOMBAK TRISULA

Senjata Tradisional Sumatera Selatan yang beribuka di Palembang memiliki banyak kesamaan dengan senjata tradisional provinsi lainnya di Pulau Sumatera dan Kepulauan Riau. Namun ada satu senjata yang memang khas Palembang. Senjata tersebut adalah Tombak Trisula.


Seperti halnya rencong dari aceh, kujang dari sunda, atau mandau dari Kalimantan, tombak trisula memang sudah dikenal berasal dari Palembang. Namun belum diketahui secara pasti sejak kapan trisula ini menjadi senjata tradisional di Palembang.




5. BADIK

Badik atau badek adalah pisau dengan bentuk khas yang dikembangkan oleh masyarakat Bugis dan Makassar. Badik bersisi tajam tunggal atau ganda. Seperti keris, bentuknya asimetris dan bilahnya kerap kali dihiasi dengan pamor. Namun demikian, berbeda dari keris, badik tidak pernah memiliki ganja (penyangga bilah). 
Badik ini merupakan senjata khas tradisonal Makassar, Bugis dan Mandar yang berada dikepulauan Sulawesi. Ukurannya yang pendek dan mudah dibawa kemana mana, tapi jangan salah lho kalau badik ini sudah keluar dari sarungnya pantang untuk dimasukkan sebelum meminum darah. 



6. CLURIT / CELURIT

Celurit atau clurit atau dalam bahasa Madura biasa disebut Arek, bagi masyarakat Madura,  tak dapat dipisahkan dari budaya dan tradisi mereka hingga hari ini. Senjata tradisional berbentuk melengkung seperti bulan sabit. Bilah inilah yang menjadi ciri khas senjata tradisional ini. Senjata tradisional yang memiliki bilah serupa celurit ialah kerambit asal Sumatera, arit dari Jawa, dan kujang dari Jawa Barat. 
Berdasarkan bentuk bilahnya, celurit dapat dibedakan menjadi dua, yaitu clurit kembang turi dan clurit wulu pitik/bulu ayam. Sedangkan untuk ukuran, celurit dibagi menjadi lima ukuran. Dari ukuran 5 atau yang paling kecil sampai ukuran 1 atau yang paling besar.



7. KUJANG

Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8atau ke-9, terbuat dari besibaja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20 sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.
Sejarah mulanya penciptaan Kujang sebagai identitas Ksatria Pasundan, sangat erat dengan Prabu Silliwangi sebagi penggagas kujang tersebu. penyebutan istilah Kujang berasal dari dua kata yaitu "Kudi" dan "Hyang"
Kudi berarti senjata yang mempunyai kesaktian. sedangkan Hyang berarti Sang Maha Pencipta. Jadi, berdasarkan dua kata tersebut Kujang dapat diartikan sebagai senjata sakti madraguna yang berasal dari Sang Maha Pencipta. 



tadi adalah beberapa contoh Senjata Khas Daerah Indonesia. sekian dari saya, Terima Kasih telah membaca! Semoga Bermanfaat :)


MACAM - MACAM PAKAIAN ADAT DAERAH JAKARTA


1. PAKAIAN ADAT ACEH

Pakaian adat Aceh bernama pakaian Ulee Balang. Pakaian ini untuk pria disebut baju Linto Baro, sedangkan pakaian untuk wanita disebut baju Daro Baro. Dahulunya, pakaian ini hanya digunakan oleh para sultan dan pembesar kerajaan, namun sekarang keduanya lebih sering dipakai oleh para pengantin. Kedua pakaian tersebut punya keunikan tersendiri sebagai ciri khas di setiap bagian-bagiannya. Berikut adalah gambar pakaian Adat Aceh



2. PAKAIAN ADAT DKI JAKARTA 

Meski dari sejarahnya tidak ada satu suku pun yang menjadi suku asli DKI Jakarta, namun saat ini dikenal suku Betawi-lah yang paling pertama bermukim dan mendiami wilayah yang saat ini menjadi ibu kota negara tersebut. Oleh karena itu, setiap budaya yang menjadi identitas provinsi DKI Jakarta saat ini tak pernah dilepaskan dari budaya Betawi. Salah satu contohnya mengenai pakaian adatnya. Pakaian adat Betawi ada beberapa jenis tergantung dari kepentingan penggunaanya. Pakaian adat tradisional Jakarta dipengaruhi dari berbagai corak masyarakat Jakarta yang sangat beragam diantaranya dipengaruhi oleh budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat.
Hanya saja, yang paling dikenal adalah baju pengantin yang bernama Dandanan Care Haji dan Dandanan Care None Penganten Chine. Berikut adalah gambar pakaian adat DKI Jakarta



3. PAKAIAN ADAT SUMATERA UTARA

Sumatera Utara memiliki penduduk yang heterogen. Beragam suku bangsa seperti suku Nias, suku Melayu, dan suku Bataktinggal di provinsi ini. Kendati begitu, suku paling mendominasi dan menjadi mayoritas adalah suku Batak. Suku Batak sendiri memiliki pakaian adat yang bernama kain ulos. Secara umum, kain ulos inilah yang menjadi identitas dan ciri utama pakaian adat Sumatera Utara di kancah nasional.  Pakaian adat Ulos dianggap oleh masyarakat suku Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu. Berikut adalah gambar dari sepasang muda mudi yang tengah memakai kain ulos.



4. PAKAIAN ADAT GORONTALO

Pakaian adat Gorontalo dari suku Gorontalo bernama Mukuta dan Biliu. Pakaian ini umumnya hanya dikenakan pada saat upacara perkawinan. Mukuta adalah pakaian bagi mempelai pria dan Biliu adalah pakaian bagi mempelai wanita. Mukuta dan Biliu dapat ditemukan dalam 4 jenis warna, yaitu kuning, hijau, ungu, dan merah tua. Masing-masing warna tersebut melambangkan kelas kasta pemakainya. Penggunaan pakaian tersebut akan dilengkapi dengan beragam pernik dan aksesoris seperti penutup kepala, ikat pinggang, terompah, dan lain sebagainya dengan sebutan khusus. 
Warna merah menyimbolkan rasa keberanian dan tanggung jawab, Warna hijau menyimbolkan kesejahteraan,kesuburan, dan kedamaian, Warna kuning emas menyimbolkan kesetiaan dan kejujuran, dan Warna ungu menyimbolkan kewibawaan.



5. PAKAIAN ADAT JAWA TENGAH

Jenis pakaian adat yang menjadi ikon Jawa Tengah di kancah nasional adalah jenis pakaian resmi yang bernama Pakaian untuk laki-laki disebut beskap, Pakaian ini dilengkapi blangkon di kepala, jarik untuk bagian bawah dan diikat dengan stagen, serta diselipkan keris dibagian belakang. dan busana dan kelengkapannya yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah adalah baju kebaya, kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara.Pakaian adat tradisional Jawa Tengah identik dengan penggunaan kain kebaya dengan motif batik, dimana batik yang digunakan merupakan batik tulis yang masih tergolong asli.




SEKIAN DARI SAYA TENTANG PAKAIAN ADAT INDONESIA. TERIMA KASIH:)



MACAM LAGU - LAGU DAERAH INDONESIA


1. JALI - JALI

Asal usul lagu Jali Jali di yakini oleh beberapa kelompok lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum China peranakan Jakarta melalui music tradisinol mereka, gambang kromong. 
Sementara peduduk asli Jakarta, yaitu Orang Betawi mengakjui bahwa merekalah imbu kadnun yang sah dari lagu tersebut. Orang Betwi memang mengenal musik Gambang Kromong. Lagu Jali - Jali kerap dimainkan oleh kaum China peranakan, tetapi asal muasal ide lagu itu mestinya dari khazanah budaya Betawi, Jali - Jali mendapat apresiasi yang tinggi.
Jali - Jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Sejak masa kanak - kanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali - jali. Anak - anak menjadikan buah itu sebagai pelor senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu dan karet gelang. 


2. KICIR - KICIR

Kicir - Kicir merupakan lagu dari Daerah Betawi yang sering dinyanyikan pada acara - acara Kebudayaan Jakarta. Lagu ini memiliki lirik yang menarik karena bentuknys seperti syair dengan dua larik pertama berupa sampiran dan dua larik selanjutnya berupa isi di setiap bait
Jika kita perhatikan liriknya merupakan lagu yang berisi beberapa pesan, salah satunya adalah agar kita tidak bersedih hati dan juga agar kita kembali giat dalam bekerja


3. SUWE ORA JAMU

Lirik yang sederhana namun penuh makna, bernada riang dan ringan untuk dinyayikan, maksud dari lagu ini adalah dimana dua orang yang telah lama tak bertemu dan waktu bertemu sungguh mengecewakan. Banyak tafsir yang dapat disimpilkan dari lagu ini. Lagu Suwe Ora Jamu berasal dari Jawa Tengah bercerita tentang pertemuan kembali setelah sekian lama.

4. GUNDUL - GUNDUL PACUL

Gundul pacul artinya: bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya. lagu ini berasal dari Jawa Tengah
Artinya bahwa: kemuliaan seseorang akan sangat tergantung kepada empat hal, yaitu: bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.


5. APUSE

Jadi, lagu Apuse ini mengisahkan tentang kakek-nenek dan cucu-nya. “Kakek-nenek aku mau pergi ke negri sebrang, teluk Doreri”. Pada kalimat itu jelas tergambar makna bahwa sang cucu ingin merantau ke negri sebrang/pulau sebrang. Lalu, apa yang dimaksud dengan “teluk Doreri”? Teluk Doreri itu dikenal sebagai pintu masuk menuju Manokwari melalui jalur laut. Dalam sejarahnya, teluk ini berperan penting dalam penyebaran agama Kristen di tanah Papua. Untuk saat ini Teluk Doreri menjadi pelabuhan baik untuk kapal Domestik Nasional, maupun antar pulau di Papua. Lagu Apuse ini berasal dari Papua. 


sekian dari saya, Terima Kasih! SELAMAT MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT

Minggu, 30 Oktober 2016


MACAM TARI - TARIAN TRADISIONAL INDONESIA

1. TARI SEUDATI

Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah.Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan.



2. TARI KECAK

Tari Kecak adalah sebuah tari - tarian khas Bali, berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan "cak" dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun, Kecak berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat. Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa. 



3. TARI YAPONG

Tari Yapong adalah tarian hiburan masyarakat Betawi di Jakarta. Tarian ini merupakan tarian jenis tarian kontemporer yang lambangkan suka cita dan pergaulan masyarakat. Tarian ini sering di pentaskan di berbagai acara atau pesta rakyat di kota Jakarta. 
Busana yang di gunakan dalam Tari Yapong  ini hampir sama dengan tari topeng Betawi. Busana yang di gunakan biasanya berwarna terang dengan tambahan kain batik Betawi pada bagian bawahnya. Selain itu di hiasi penutup kepala yang sering di sebut dengan mahkota bunga dan selempang yang di kenakan di dada yang di sebut dengan toka – toka.



4. TARI PIRING

Tari Piring atau dalam Bahasa Minangkabau disebut dengan Tari Piriang adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari kota Solok, provinsi Sumatera Barat. Piring-piring tersebut kemudian diayun dengan gerakan-gerakan cepat yang teratur, tanpa terlepas dari genggaman tangan. 
Gerakan tari piring pada umumnya adalah meletakkan dua buah piring di atas dua telapak tangan yang kemudian diayun dan diikuti oleh gerakan-gerakan tari yang cepat, dan diselingi dentingan piring atau dentingan dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya. 



5. TARI BEDAYA

Bedaya adalah bentuk tarian klasik Jawa yang dikembangkan di kalangan keraton-keraton pewaris tahta Mataram. Bedaya ditarikan secara gemulai dan meditatif, dengan iringan gamelan minimal di sebagian besar repertoarnya. Penarinya kebanyakan wanita.
Tari ini menampilkan 9 penari bercerita pertemuan antara kajeng ratu kidul dengan penembahan senopati yang tak lain adalah raja mataram. 




okaay, itu adalah beberapa tari - tarian Khas Indonesia. semoga bermanfaat :)