Senin, 31 Oktober 2016

MACAM - MACAM PAKAIAN ADAT DAERAH JAKARTA


1. PAKAIAN ADAT ACEH

Pakaian adat Aceh bernama pakaian Ulee Balang. Pakaian ini untuk pria disebut baju Linto Baro, sedangkan pakaian untuk wanita disebut baju Daro Baro. Dahulunya, pakaian ini hanya digunakan oleh para sultan dan pembesar kerajaan, namun sekarang keduanya lebih sering dipakai oleh para pengantin. Kedua pakaian tersebut punya keunikan tersendiri sebagai ciri khas di setiap bagian-bagiannya. Berikut adalah gambar pakaian Adat Aceh



2. PAKAIAN ADAT DKI JAKARTA 

Meski dari sejarahnya tidak ada satu suku pun yang menjadi suku asli DKI Jakarta, namun saat ini dikenal suku Betawi-lah yang paling pertama bermukim dan mendiami wilayah yang saat ini menjadi ibu kota negara tersebut. Oleh karena itu, setiap budaya yang menjadi identitas provinsi DKI Jakarta saat ini tak pernah dilepaskan dari budaya Betawi. Salah satu contohnya mengenai pakaian adatnya. Pakaian adat Betawi ada beberapa jenis tergantung dari kepentingan penggunaanya. Pakaian adat tradisional Jakarta dipengaruhi dari berbagai corak masyarakat Jakarta yang sangat beragam diantaranya dipengaruhi oleh budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat.
Hanya saja, yang paling dikenal adalah baju pengantin yang bernama Dandanan Care Haji dan Dandanan Care None Penganten Chine. Berikut adalah gambar pakaian adat DKI Jakarta



3. PAKAIAN ADAT SUMATERA UTARA

Sumatera Utara memiliki penduduk yang heterogen. Beragam suku bangsa seperti suku Nias, suku Melayu, dan suku Bataktinggal di provinsi ini. Kendati begitu, suku paling mendominasi dan menjadi mayoritas adalah suku Batak. Suku Batak sendiri memiliki pakaian adat yang bernama kain ulos. Secara umum, kain ulos inilah yang menjadi identitas dan ciri utama pakaian adat Sumatera Utara di kancah nasional.  Pakaian adat Ulos dianggap oleh masyarakat suku Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu. Berikut adalah gambar dari sepasang muda mudi yang tengah memakai kain ulos.



4. PAKAIAN ADAT GORONTALO

Pakaian adat Gorontalo dari suku Gorontalo bernama Mukuta dan Biliu. Pakaian ini umumnya hanya dikenakan pada saat upacara perkawinan. Mukuta adalah pakaian bagi mempelai pria dan Biliu adalah pakaian bagi mempelai wanita. Mukuta dan Biliu dapat ditemukan dalam 4 jenis warna, yaitu kuning, hijau, ungu, dan merah tua. Masing-masing warna tersebut melambangkan kelas kasta pemakainya. Penggunaan pakaian tersebut akan dilengkapi dengan beragam pernik dan aksesoris seperti penutup kepala, ikat pinggang, terompah, dan lain sebagainya dengan sebutan khusus. 
Warna merah menyimbolkan rasa keberanian dan tanggung jawab, Warna hijau menyimbolkan kesejahteraan,kesuburan, dan kedamaian, Warna kuning emas menyimbolkan kesetiaan dan kejujuran, dan Warna ungu menyimbolkan kewibawaan.



5. PAKAIAN ADAT JAWA TENGAH

Jenis pakaian adat yang menjadi ikon Jawa Tengah di kancah nasional adalah jenis pakaian resmi yang bernama Pakaian untuk laki-laki disebut beskap, Pakaian ini dilengkapi blangkon di kepala, jarik untuk bagian bawah dan diikat dengan stagen, serta diselipkan keris dibagian belakang. dan busana dan kelengkapannya yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah adalah baju kebaya, kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara.Pakaian adat tradisional Jawa Tengah identik dengan penggunaan kain kebaya dengan motif batik, dimana batik yang digunakan merupakan batik tulis yang masih tergolong asli.




SEKIAN DARI SAYA TENTANG PAKAIAN ADAT INDONESIA. TERIMA KASIH:)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar