KESENIAN BATIK
A. SEJARAH BATIK
Haloo semua, saya dapat pastikan kalian semua pasti tahu kesenian Batik benar? Jadi Kesenian Batik itu adalah salah satu Budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Salah satunya, Batik bisa dibuat menjadi baju,banyak orang yang pakai Batik untuk pergi ke kantor, mengikuti meeting, bertemu dengan client, pertemuan formal, jalan - jalan ke mall, menghadiri pesta ulang tahun, dll. Berikut adalah Sejarah Kesenian Batik pertama kali dikenal :
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920.
Dari kerajaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta sekitamya abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekedar hobi dari para keluarga raja di dalam berhias lewat pakaian. Namun dalam perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat, batik kemudian dikembangkan menjadi komoditi perdagangan yang cukup menjanjikan pada masa itu.
Asal-usul pembatikan didaerah Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan Senopati. Daerah pembatikan yang pertama ialah di desa Plered. Pembatikan pada masa itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada tahap pertama, yaitu pada keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada upacara resmi kerajaan, keluarga kraton baik pria maupun wanita diharuskan memakai pakaian dengan kombonasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga kraton, kemudian ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari tembok kraton.
B. MACAM - MACAM MOTIF BATIK
Kebanyakan sekolah di Indonesia mereka mewajibkan anak - anak untuk memakai baju batik 1 minggu sekali, banyak sekolah yang membuat batik khusus untuk sekolah itu tetapi ada juga sekolah yang memperbolehkan murid - muridnya memakai batik bebas. Ada juga kantor yang mewajibkan staf - stafnya untuk memakai batik 1 minggu sekali. Batik memiliki banyak motif antara lain :
1. Motif batik parang
Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Susunan motif S jalin-menjalin tidak terputus melambangkan kesinambungan. Bentuk dasar huruf S diambil dari ombak samudra yang menggambarkan semangat yang tidak pernah padam. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo).
2. Motif Batik Banji
Motif
banji dibuat berdasarkan ornament swastika yang dihubungkan satu dan lainnya
dengan menggunakan garis-garis. Motif banji termasuk motif klasik yang jarang
ditemukan pada kain batik sekarang. Nama motif banji ada berbagai macam di
antaranya adalah Bani Guling, Banji Bengkok, Banji Kacip dan Banji Kerton.
Motif banji dibuat lebih besar dengan warna coklat dan hitam sedangkan proses
pembatikannya disebut Bedesan. Proses pembatikan Bedesan dilakukan dengan tidak
melakukan penghilangan lilin batik pada tengah-tengah proses pembatikan. Urutan
pembatikan dibalik yakni dimulai dengan di cap tembok, dicelup soga, dicap
klowong, dicelup wedel kemudian dilorod. Ciri batik Bedesan adalah warnanya
yang cenderung coklat atau hitam.
3. Motif Batik Kawung
Menurut saya, ini adalah motif batik yang paling simpel, gampang dibuat, bentuknya bagus, dan tidak butuh waktu lama untuk membuatnya. Motif batik Kawung konon diyakini diciptakan oleh salah satu Sultan Mataram. Kawung juga termasuk desain yang sangat tua, terdiri dari lingkaran yang saling berinterseksi. Motif Batik Kawung dikenal di Jawa sejak abad 13 yang muncul pada ukiran dinding pada beberapa kuil/candi di Jawa, seperti Prambanan dan daerah Kediri. Motif batik kawung adalah salah satu motif batik larangan. Dalam sejarahnya motif batik kawung hanya diperuntukkan bagi keluarga bangsawan dan pejabat keraton. Batik kawung memiliki pola geometris dan mempunyai arti khusus dalam filosofi jawa yang mencerminkan adanya satu pusat kekuatan dalam alam semesta, begitu pun ada pusat kekuasaan diatara manusia. Pusat kekuatan atau kekuasaan dalam motif kawung dikelilingi oleh empat bentuk bulatan, segiempat, atau bintang-bintang. Dalam corak kawung, raja adalah pusat kekuasaan di dunia, pemimpin m
anusia, pelindung yang lemah dan benar.
4. Motif Batik Keraton
Pada awalnya, motif batik keraton sangat eksklusif. Rakyat biasa tidak diperkenankan untuk memakai motif ini karena yang boleh memakai hanya Sultan dan keluarganya saja. Namun belakangan, peraturan tersebut dicabut dan rakyat biasa sudah boleh memakai motif ini. Diantara penyebab eksklusifnya motif ini adalah karena penemu motif awalnya adalah putri-putri keraton Yogyakarta yang masih termasuk Keluarga Sultan.
Diatas adalah sejarah, fungsi, dan beberapa contoh Kesenian Batik. Semoga Bermanfaat! Terima Kasih telah membaca.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar